Rabu, 30 Mei 2018

STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF

Konsep Strategi  Pembelajaran Kooperatif
Pembelajaran ini tidak mengenalkompetisi pribadi karena didasari oleh falsafah bahwa manusia makluk sosial .Pembelajaran ini tidak memberi kesempatan kepada pebelajar untuk belajar dengan kecepatan dan irama sendiri, tetapi menekankan pada kerjasama dan gotong royong antar pembelajar dalam mempelajari materi antar pembelajar (Lie,2002).
pembelajaran kooperatif merupalan strategi belajar yang berbasis konstruktivistik sehingga perpotensi untu meningkatkan proses pembelajaran. Panin (2003) mengatakan bahwa pembelajaran berlandaskan konstruktivistik akan bercirikan :

  1. Orientasi, pebelajar diberi kesempatan untuk mengembangkan motivasi dalam mempelajari suati topik.
  2. elisitas, pebelajar dibantu untuk mengungkapkan identya secara jelas dengan berdiskusi, menulis dan lain-lain.
  3. restrukturisasi ide
  4. penggunaan ide dalam danyak situasio
  5. review, bagaimana ide berubah
merurut Slavin (1995) tiga karakteristik pembelajaran kooperatif
  1. tujuan kelompok( groupgoals)
  2. tanggungjawab individu (individual accountability)
  3. kesmpatan yang sama untuk sukses(equal opportunity for succes)  
Langkah-langkah pembejaran kooperatif :
  1. Pembelajar menyampaikan tujuan pembelajaran dan memotivasi pebelajar untuk belajar
  2. Penyajian informasi dengan jalann demontrasi atau lewat bahan bacaan.
  3. Dikelompokkan ke dalam tim-tim belajar
  4. Bimbingan pembelajar pada saat pebelajar bekerja bersama untuk menyelesaikan tugas mereka.
  5. mengevaluasi tentang apa yang mereka pelajari.
  6. Memberi penghargaan terhadap udaha-usaha kelompok maupun individu
type-type pembelajaran kooperatif:
  1. Student Team Acheivement Devision( STAD)
  2. Team Games Tournament (TGT)
  3. Jigsaw
  4. Cooperatiuve Integrited Readingand Composition (CIRC)
  5. Team Accelarated Intruction (TAI)

Minggu, 18 November 2012

KURIKULUM 2013 BERBASIS TEMATIK MEMBUAT BUKU SD BANYAK BERBAH

Kurikulum 2013 Berbasis Tematik Membuat Buku SD Banyak Berubah
Untuk jejang sekolah dasar (SD) kurikulum baru berbasis tematik integratif yang diberlakukan pada Juni 2013 hampir merombak keseluruhan sistem pembelajaran. Perubahan kurikulum ini tentu juga berdampak pada buku-buku pelajaran yang digunakan oleh para siswa SD. Pendekatan tematik integratif ini membuat siswa tingkat SD akan belajar sesuai dengan tema yang akan menjadi penggerak mata pelajaran yang lain. Terkait hal itu Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemdikbud telah menyiapkan berbagai model buku untuk keperluan kurikulum 2013 ini. Di antara semua jenjang, buku pelajaran tingkat SD yang mengalami banyak perubahan besar. Pada kurikulum baru masing-masing kelas akan disediakan banyak tema. Umumnya tiap tingkatan kelas mempunyai delapan tema berbeda. Tema yang sudah dipilih itu harus selesai diajarkan dalam jangka waktu satu tahun. Guru yang menentukan atau memilih teknis pengajaran maupun durasi pembelajaran satu tema. Satu tema yang diangkat oleh guru dapat diintegrasikan pada enam mata pelajaran wajib yang ditentukan yaitu Agama, PPKn, Matematika, bahasa Indonesia, Seni Budaya dan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Kurikulum baru SD ini menekankan aspek kognitif, afektif, psikomotorik melalui penilaian berbasis test dan portofolio yang saling melengkapi. Perubahan kurikulum baru yang hampir merombak seluruh sistem pembelajaran di jenjang sekolah dasar. Dengan banyaknya buku pelajaran SD yang akan berubah akan membuat khawatir orang tua. Meskipun ada wacana pemberian buku pelajaran gratis, toh juga sulit menemukan yang benar-benar tanpa membayar. Para guru memiliki banyak pekerjaan rumah untuk melaksanakan sistem yang baru sehingga membuat kurikulum ini dapat mencapai tujuannya terhadap siswa. (/KS) Sumber: http://www.sekolahdasar.net/2012/11/kurikulum-2013-berbasis-tematik-membuat.html#ixzz2CZD0dijG

Selasa, 04 September 2012

SARJANA PENDIDIKAN DIPERLUKAN PENDIDIKAN PROFESI GURU (PPG) UNTUK BISA MENGAJAR

Bagi calon guru SD yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi (PT) dengan mengambil program studi pendidikan guru sekolah dasar (PGSD) harus mengikuti pendidikan profesi guru (PPG). PPG merupakan cara bagi seluruh sarjana di Indonesia untuk menjadi guru. Dalam pendidikan ini, termasuk para calon guru SD akan ditempa selama kurang lebih satu tahun. PPG dilaksanakan di perguruan tinggi yang telah ditunjuk oleh Kemendikbud atau lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK). PPG yang merupakan rintisan yang diklaim bisa menjamin kompetensi guru ke depannya. Perekrutan peserta PPG disusun dengan khusus. Setelah para kandidat dinyatakan lolos prasyarat akademik, mereka ditempatkan di asrama untuk mengasah kompetensi sosial dan kepribadiannya. Seperti yang dikatakan Mendikbud, M. Nuh, "Setiap sarjana itu boleh menjadi guru, tapi dia harus mengikuti PPG yang lebih mengedepankan aspek pedagogik, aspek sosial dan kepribadiannya". Bagi mahasiswa yang lulus PPG akan langsung menerima sertifikat professional. Kemendikbud juga menyediakan beasiswa bagi mahasiswa (peserta) sampai mereka mendapatkan sertifikasi. Nantinya seorang yg bergelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) belum boleh mengajar kalau belum lulus PPG. "Kita juga berikan beasiswa sampai mereka mendapatkan sertifikasi. Sehingga saat lulus nanti bukan hanya bergelar Sarjana Pendidikan (SPd), tapi benar-benar sudah jadi seorang guru. Karena SPd belum boleh mengajar kalau belum lulus PPG," kata M Nuh (Kompas, 27/8/2012). PPG tahun 2012 ini akan diikuti oleh sekitar 2.600 calon guru. Berdasarkan Kepmendiknas 126/P/2010 tanggal 25 Oktober 2010, di setiap provinsi telah ditetapkan perguruan tinggi yang berhak menyelenggarakan PPG dengan program studi yang juga telah ditetapkan. Salah satu program studi yang tersedia dalam PPG antara lain PGSD. Berikut daftar perguruan tinggi penyelenggara PPG program studi PGSD dan PAUD. Sumber: http://www.sekolahdasar.net/2012/08/daftar-perguruan-tinggi-penyelenggara-ppg.html#ixzz25VPdTSFI

Sabtu, 01 September 2012

SYARAT DAN CARA PENDAFTARAN PPG DALAM JABATAN

Syarat dan Cara Pendaftaran PPG Dalam Jabatan Pendidikan Profesi Guru (PPG) dalam jabatan merupakan salah satu paket sertifikasi guru selain portofolio dan Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG). Sebab, kedua jalur sertifikasi tersebut akan berakhir tahun 2015. Untuk menjadi mahasiswa (peserta) PPG dalam jabatan harus direkomendasikan oleh kepala sekolah masing-masing dan diverifikasi dinas pendidikan kabupaten/kota yang bersangkutan. Berikut syarat dan cara pendaftaran (mekanisme) PPG: PESYARATAN PESERTA PPG 1.Memiliki kualifikasi akademik minimal sarjana (S-1) atau diploma empat (D-IV) dari program studi yang terakreditasi, kecuali Program Studi PGSD dan PGPAUD. 2.Mengajar di satuan pendidikan di bawah binaan Kementerian Pendidikan Nasional. 3.Guru PNS yang mengajar pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) atau guru yang dipekerjakan (DPK) pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat. 4.Guru bukan PNS yang berstatus guru tetap yayasan (GTY) atau guru yang mengajar pada satuan pendidikan negeri yang memiliki Surat Keputusan dari Pemda. 5.Memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK). 6.Memiliki masa kerja sebagai guru minimal 5 tahun. 7.Bersedia mengikuti pendidikan sesuai dengan peraturan yang ada dan mendapatkan ijin belajar dari Kepala sekolah dan Pemda. 8.Memiliki surat keterangan berbadan sehat dari dokter. 9.Memiliki surat keterangan bebas napza (narkotika, psikotropika, dan zat aditif lainnya) dari instansi yang berwenang.
SISTEM REKRUITMEN PESERTA PPG Seleksi administrasi oleh Dinas Pendidikan. Calon peserta PPG mendaftar ke Diknas Pendidikan kabopaten/kota dengan menyerahkan dokumen sebagai berikut: 1.Formulir pendaftaran peserta PPG (Format P1). 2.Foto kopi ijazah S-1/D-IV yang sudah dilegalisasi oleh perguruan tinggi asal atau Kopertis untuk lulusan PTS yang sudah tidak beroperasi. 3.Foto kopi SK pengangkatan sebagai PNS bagi guru PNS, SK GTY atau SK dari Pemda bagi guru bukan PNS. 4.Foto kopi SK pengangkatan sebagai guru bukan PNS (guru tetap pada satuan pendidikan tempat yang bersangkutan mengajar) dari KS dan/atau yayasan. 5.Surat pernyataan kesediaan mengikuti pendidikan dan meninggalkan tugas mengajar yang ditandatangani oleh yang bersangkutan dan KS 6.Surat persetujuan/ijin dari KS dan diketahui Disdik. 7.Surat keterangan berbadan sehat dari dokter. 8.Surat keterangan bebas napza dari instansi yang berwenang. Seleksi akademik oleh Perguruan Tinggi Penyelenggara/LPTK 1. LPTK melakukan verifikasi dokumen yang dikirim oleh dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota. 2. LPTK melakukan seleksi akademik menggunakan tes dan non tes: •Tes penguasaan bidang studi (sesuai dengan program PPG yang akan diikuti). •Tes kemampuan bahasa Inggris. •Tes potensi akademik. •Penelusuran minat dan bakat melalui wawancara dan observasi kinerja. 3. LPTK menetapkan hasil seleksi sesuai dengan kuota dan melaporkan ke Dit Diktendik Ditjen Dikti dan BPSDMP & PMP.
Pendidikan Profesi Guru (PPG) ini diselesaikan dalam waktu 2 semester dengan biaya sekitar Rp 12.000.000. Kurikulum PPG berisi program workshop pengemasan materi bidang studi untuk pembelajaran yang mendidik (Subject Specific Pedagogy) dan disertai pemantapan kompetensi akademik kependidikan dan kompetensi akademik bidang studi, serta PPL kependidikan. Proporsi beban belajar (SKS) untuk workshop SSP: PPL = 60 : 40 JAROT WALUYO Sumber: http://www.sekolahdasar.net/2012/08/syarat-dan-cara-pendaftaran-ppg-dalam.html#ixzz25DPcpAUz

MEMBUAT MEMBACA LEBIH MENYENANGKAN UNTUK ANAK

Membuat Membaca Lebih Menyenangkan untuk Anak
Menumbuh minat membaca untuk anak-anak usia awal terkadang tidaklah mudah. Membaca sebagai salah satu kegiatan berbahasa perlu ditanamkan anak sejak dini. Menumbuhkan minat baca kepada anak tidak hanya dengan memberikannya bertumpuk-tumpuk buku kepadanya. Tetapi diperlukan kiat-kiat agar anak bisa terdorong keinginannya untuk membaca. Membuat suasana membaca yang menyenangkan, anak akan senang menjalani aktivitas ini. Membaca dengan suara keras dapat menimbulkan kegembiraan, bukan hanya bagi guru atau orangtua, tetapi seluruh anggota keluarga. 
Ini beberapa tips dikutip dari kompas yang bisa kita terapkan untuk mengajarkan membaca bagi anak: 
  1. Bacalah dengan sedikit "drama" dan penuh keceriaan. Gunakan suara yang berbeda untuk karakter yang berbeda dari sebuah cerita. Gunakan nama anak sebagai nama salah satu karakter. Buatlah seolah-olah seperti boneka tangan dan gunakan mereka untuk memperagakan cerita-cerita yang kita bacakan. 
  2. Bacalah berulang-ulang cerita yang disukai anak sebanyak yang mereka inginkan. Pilih buku dari pengarang yang memang ceritanya bisa dinikmati oleh anak. 
  3. Baca cerita dengan mengulang bagian-bagian tertentu dan merangsang anak untuk turut bergabung dalam cerita tersebut. 
  4. Tunjukkan pada mereka kata-kata atau bagian yang tengah kita baca. Cara ini akan membantu anak terhubung dengan kata-kata yang mereka dengar dengan apa yang kita katakan dan apa yang ada di dalam buku. 
  5. Baca apa saja, misalnya, cerita, puisi, buku informasi, artikel di majalah dan surat kabar, serta komik. 
  6. Mintalah kepada anggota keluarga atau teman-teman kita untuk memberikan buku sebagai hadiah. 
  7. Ajaklah anak ke perpustakaan dan menonton CD interaktif dan internet, sesering kita mengajaknya membaca buku. 
  8. Berikan anak untuk berlangganan majalah yang sesuai. Mereka pasti akan senang saat kiriman majalah tiba! 

 Dengan membuat suasana yang menyenangkan, anak akan terbiasa dengan kegiatan membaca yang menyenangkan pula. Dengan rajin membaca, akan membantu anak untuk membuka pengetahuan-pengetahuan baru. Tentu juga akan semakin pintar. 
Sumber:http://www.sekolahdasar.net/2012/08/membuat-membaca-lebih-menyenangkan.html#ixzz25DEnMpm1